Thursday, June 18, 2015

Infinite

Ia teringat bahwa takkan pernah ada akhir yang benar-benar akan dapat mengakhiri. Semua berputar, mengorbit, berotasi, berevolusi, detik demi detik, menit demi menit, hari demi hari, tahun demi tahun, abad demi abad. Salah kalau kau mengatakan sedang tidak melakukan apapun kalau ditanya sedang apa, karena kau menginjakkan kaki di permukaan bumi, hidup di bawah lapisan ozon bumi, jadi kau sedang berotasi mengikuti rotasi bumi, dan mengorbit pada matahari dengan kecepatan yang tak dapat kau bayangkan sehingga kau tak kan mungkin terpental ke antariksa. Pun juga tak berujung. Dan tak berpangkal. Infinity. Percaya tidak? Ah... Who the hell cares? 

Ia terlalu lelah untuk bangun dari tempat tidur bahkan untuk memikirkan kecepatan orbit bumi terhadap matahari. Bukankah kalau kau diam maka kau memang diam, dan kau tidur maka kau memang tidur? Mengapa harus berpacu pada bumi tempat kau terjatuh dan bangun lagi saat dulu mulai berlatih naik sepeda roda dua? 

Lalu bagaimana jika aku berpacu padamu? Apakah artinya aku akan selalu ada di sekitarmu? Mencium bau badanmu meskipun kau tak berada di sampingku? Bagaimana kalau aku tak lagi mau berputar bersama bumi? Bagaimana kalau aku hanya mau hidup bersamamu? Sampai akhir? Oh! Bukankah takkan pernah ada akhir? Maka bagaimana kalau aku mau hidup bersamamu selamanya? Tak berujung dan tak berpangkal. 

No comments:

Post a Comment