Ia terlalu lelah untuk bangun dari tempat tidur bahkan untuk memikirkan kecepatan orbit bumi terhadap matahari. Bukankah kalau kau diam maka kau memang diam, dan kau tidur maka kau memang tidur? Mengapa harus berpacu pada bumi tempat kau terjatuh dan bangun lagi saat dulu mulai berlatih naik sepeda roda dua?
Lalu bagaimana jika aku berpacu padamu? Apakah artinya aku akan selalu ada di sekitarmu? Mencium bau badanmu meskipun kau tak berada di sampingku? Bagaimana kalau aku tak lagi mau berputar bersama bumi? Bagaimana kalau aku hanya mau hidup bersamamu? Sampai akhir? Oh! Bukankah takkan pernah ada akhir? Maka bagaimana kalau aku mau hidup bersamamu selamanya? Tak berujung dan tak berpangkal.
No comments:
Post a Comment