Saturday, October 19, 2013

Untitled

Tiba-tiba aku teringat dengan memori kemarin. Kemarin saat masih berusia hanya satu angka. Tepatnya angka 9. Saat itu entah apa yang terjadi namun mungkin itulah awal dari segalanya. Aku tak pernah mau memikirkan segala hal. Aku hanya memikirkan sepotong-potong dan menyisakan potongan besar lainnya yang sama sekali tak pernah aku pahami. Sekarang pun juga begitu. Aku masih tak mau memikirkan apa yang akan terjadi besok. Aku ingin setiap harinya adalah kejutan.

Jadi saat itu, aku dan beberapa sahabat yang juga berusia 9 tahun, ada juga yang masih 8 tahun merencanakan suatu hal secara diam-diam. Aku tak yakin dengan rencana itu sebenarnya, namun aku ikut saja. Pada hari yang telah direncanakan secara diam-diam pula kami membuka tas sasaran masing-masing dan memasukkan sekotak coklat ke dalamnya. Mungkin ini sama saja seperti diam-diam kamu memasukkan perangkap dan menjebak beberapa temanmu agar terkena hukuman. Tapi percayalah bukan itu tujuan kami.

......

No comments:

Post a Comment